Budaya lebaran ditayan
Rabu, 05 Juni 2019
Minggu, 12 Mei 2019
Ramadhanku😊
Pada puasa tahun ini saya sangat bersyukur dapat menyambut bulan suci ramadhan bersama orang tua dan kakak. Puasa tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat sekitar sangat antusias menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. Tetapi pada tahun ini masyarakat sangat sedikit yang antusias dalam menyambut bulan suci ramadhan. Saya pun tidak mengetahui apa yang membuat masyarakat tahun ini kurang semangat dalam menyambut bulan suci ramadhan. Padahal kita sebagai umat muslim sudah lama menunggu kedatangan bulan ramadhan yaitu bulan yang penuh berkah. Masyarakat sekitar membuat saya kecewa karena kurang peduli dalam menyambut kedatangan bulan ramadhan.
Puasa pertama yang saya rasakan hanyalah kesepian. Ya bagaimana tidak kini kampung halamanku berubah menyadi kampung tua yang jarang akan penghuninya. Pada tahun-tahun sebelumnya kampung ini ramai akan penghuni. Tetapi entah mengapa sekarang masyarakatnya memilih pindah dari kampung ini. Padahal AFD enam sangatlah indah pemandangannya. Ya AFD enamlah nama tempat tinggalku.
Mungkin masyarakatnya tidak merasakan ketenangan dan kenyamanan dari kemajuan zaman. Bagaimana tidak tempat tinggalku masih belum ada listrik dan sinyal internet. Padahal dikampung sebelah listriknya sudah masuk tapi kenapa ditempat tinggalku belum masuk. Padahal jarak dari AFD dengan Jonti tidaklah jauh. Hal ini membuat saya sedikit merasakan ketidak adilan dari pemerintah.
Dengan suasana seperti itu membuat puasa saya sedikit bosan. Bagaimana tidak karena tidak adanya kegiatan yang bisa saya lakukan. Ingin berbicar pun tidak ada kawan yah karena kawan saya semuanya sudah tidak lagi tinggal disini. Ingin tidur tetapi tidak bisa karena cuacanya sangat panas sehingga membuatku kepanasan. Dan aku hanya bisa diam menikmati kesepian dikampung tua ini.
Semalam puasa dikampung yang dirasakan hanya kesepian, bosan dan tidak mengasikan. Suasana seperti ini membuat saya ingin cepat-cepat kembali ke Pontianak yah tempat rantauanku. Hari demi hari telah kulalui dan kini hari-hari yang aku tunggu telah tiba. Ya itu hari balek ke kampung rantau tetapai didalam hati kecil terselit rasa kesedihan ya karena harus meninggalkan orang tua tapi mau bagaimana lagi aku hanya seseorang anak yang harus mencari ilmu kekampung orang demi bisa mendapatkan ilmu dan itu bisa membuat orang tua dan keluarga besarku bahagia.
Dan ini pertama kalinya aku harus bisa puasa jauh dari orang tua yang menurut aku ini tidak biasa dan tidak mudah. Ya saya tidak biasa untuk sahur dan berbuka jauh dari orang tua. Ini membuatku sedih harus pisah dengan orang tua. Hari pertama puasa di Pontianak aku merasa sedikit berbeda dari kampung halaman ku. Tetapi hati kecilku masih merasa sedih. Dan aku pun berkara pada hati kecilku "Aku harus kuat dan aku harus bisa puasa jauh dari orang tua". Dengan begitu aku pun sedikit merasa lega.
Puasa pertama yang saya rasakan hanyalah kesepian. Ya bagaimana tidak kini kampung halamanku berubah menyadi kampung tua yang jarang akan penghuninya. Pada tahun-tahun sebelumnya kampung ini ramai akan penghuni. Tetapi entah mengapa sekarang masyarakatnya memilih pindah dari kampung ini. Padahal AFD enam sangatlah indah pemandangannya. Ya AFD enamlah nama tempat tinggalku.
Mungkin masyarakatnya tidak merasakan ketenangan dan kenyamanan dari kemajuan zaman. Bagaimana tidak tempat tinggalku masih belum ada listrik dan sinyal internet. Padahal dikampung sebelah listriknya sudah masuk tapi kenapa ditempat tinggalku belum masuk. Padahal jarak dari AFD dengan Jonti tidaklah jauh. Hal ini membuat saya sedikit merasakan ketidak adilan dari pemerintah.
Dengan suasana seperti itu membuat puasa saya sedikit bosan. Bagaimana tidak karena tidak adanya kegiatan yang bisa saya lakukan. Ingin berbicar pun tidak ada kawan yah karena kawan saya semuanya sudah tidak lagi tinggal disini. Ingin tidur tetapi tidak bisa karena cuacanya sangat panas sehingga membuatku kepanasan. Dan aku hanya bisa diam menikmati kesepian dikampung tua ini.
Semalam puasa dikampung yang dirasakan hanya kesepian, bosan dan tidak mengasikan. Suasana seperti ini membuat saya ingin cepat-cepat kembali ke Pontianak yah tempat rantauanku. Hari demi hari telah kulalui dan kini hari-hari yang aku tunggu telah tiba. Ya itu hari balek ke kampung rantau tetapai didalam hati kecil terselit rasa kesedihan ya karena harus meninggalkan orang tua tapi mau bagaimana lagi aku hanya seseorang anak yang harus mencari ilmu kekampung orang demi bisa mendapatkan ilmu dan itu bisa membuat orang tua dan keluarga besarku bahagia.
Dan ini pertama kalinya aku harus bisa puasa jauh dari orang tua yang menurut aku ini tidak biasa dan tidak mudah. Ya saya tidak biasa untuk sahur dan berbuka jauh dari orang tua. Ini membuatku sedih harus pisah dengan orang tua. Hari pertama puasa di Pontianak aku merasa sedikit berbeda dari kampung halaman ku. Tetapi hati kecilku masih merasa sedih. Dan aku pun berkara pada hati kecilku "Aku harus kuat dan aku harus bisa puasa jauh dari orang tua". Dengan begitu aku pun sedikit merasa lega.
Senin, 08 April 2019
Tugas biografi
Baiklah saya akan meceritakan biografi kawan saya yang bernama Rahmadani.
Biografi ramadhani
Setiap kali ku mendengar kata Hmmm, aku pun langsung teringat dengan kawan kelasku. Ia kerap dipanggil dengan adun. Kata emmm merupakan kebiasaan Adun ketika ingin berbicara. Adun memiliki nama panjang ramadhani. Adun memiliki 4 saudara. Adun lahir di Sintang, tanggal 16 November 2000. Adun memiliki hobi bermain sepak bola dan futsal. Adun pernah mengikuti even futsal sekabupaten Sintang dan even sepak bola sekabupaten Sintang. Adun sangat aktif di bidang olahraga.
Adun menempuh pendidikan SD Negeri 21, di Teluk Menyurai Sintang, melanjutkan ketingkat SMP Negeri 04, Sintang lalu meneruskan SMA di Muhammadiyah Sintang. Adun sangat aktif dibidang olahraga. Dan sekarang dia melanjutkan pendidikannya di IAIN Pontianak mengambil jurusan Hukum Ekonomi Syariah.
Saat SD adun menempuh selama enam tahun. Selama enam tahun dia selalu menjadi murit yang pendiam, culun, dan takut dengan hal yang baru ia dapatkan. Saat SMP dia sudah mulai berubah yang dulunya tidak mau terbuka tapi sudah mulai terbuka. Sudah mulai mau bergaul dengan orang. Pada saat SMA dia masih seperti SMP tetapi sudah mulai santai dan aktif dalam berbagai bidang dan ekstrakulikuler.
Adun pernah tidur dikelas saat perkuliahan berlangsung. Kawan sebelahnya pun membangunkan dia karna takut letahuan sama dosen yang mengajar. Adun tidak suka melihat wanita menangis gara-gara sifatnya yang suka berubah kapan saja. Adun anaknya penceria selalu tersenyum. Adun anaknya suka berubah-ubah sifatnya kadang-kadang baik, kadang-kadang suka mengganggu. Jika adun tersenyum matanya tidak kelihatan karena sipit. Ciri-ciri Adun kulitnya kuning langsat, badannya berisi, dia tidak terlalu tinggi tidak juga pendek tinggi badan dia sedang-sedang saja.
Adun jarang sekali pulang dia merantau jauh dari tempat tinggalnya. Adun di Pontianak tinggal di jalan dr.sutomo, gang sari katot, masuk gang pak abu. Adun tinggal dengan kakak kandung. Dia ngontrak di Pontianak. Kegiatan sehari-harinya bermain futsal dan jalan-jalan. Adun orangnya apa adanya. Adun tidak mau pacaran tetapi dia lagi dekat dengan seseorang wanita jurusan Hukum keluarga islam.
Adun orangnya asik diajak diskusi, bicara, curhat dan mau membantu kawan yang lagi ada masalah. Adun memiliki jiwa yang tangguh. Dia jarang sekali mengeluh terhadap masalah yang dia hadapi. Adun orangnya sangat santai dengan siapa pun dia tidak pernah takut dengan siapa pun.
Adun memiliki motivasi hidup "sukses dimasa muda". Setelah lulus kuliah dia mau melanjutkan pendidikan diluar Kalimantan Barat. Ketika pulang kampung adun selalu membantu orang. Dia pernah mendaftar diuntan dua kali tetapi tidak lulus, dia juga mendaftar di IPDN Jatinangor tetapi tidak lulus dan akhirnya ia memutuskan mendaftarkan diri di IAIN Pontianak melalui jalur SPMB dan lulus.
Adun sangat bersyukur karena dia diterima di IAIN Pontianak karean menurutnya dia dapat merubah dirinya memjadi lebih baik lagi. Adun berfikir bahwa dia juga harus mendalami tentang agama. Adun merasa bahwa dijaman milenial ini dia harus memperkuat ilmu pengetahuannya khususnya di bidang ilmu agama. Adun merasa masih kurang memahami tentang agama.
Adun menyukai film yang bisa memberikan motivasi dan manfaat agar apa yang ditonton bisa mendapatkan ilmu dari apa yang dilihat dan didengar. Adun tidak memyukai film yang terlalu banyak dramanya karena menurut dia film seperti itu tidak baik dan seperti itu tidak dapat memberikan manfaat dan ilmu. Adun juga menyukai film komedi karena menurut dia film komedi dapat membuat dirinya menjadi lebih ceria. Film komedi juga bisa membuat adun melupakan masalah yang dia alami.
Biografi ramadhani
Adun menempuh pendidikan SD Negeri 21, di Teluk Menyurai Sintang, melanjutkan ketingkat SMP Negeri 04, Sintang lalu meneruskan SMA di Muhammadiyah Sintang. Adun sangat aktif dibidang olahraga. Dan sekarang dia melanjutkan pendidikannya di IAIN Pontianak mengambil jurusan Hukum Ekonomi Syariah.
Saat SD adun menempuh selama enam tahun. Selama enam tahun dia selalu menjadi murit yang pendiam, culun, dan takut dengan hal yang baru ia dapatkan. Saat SMP dia sudah mulai berubah yang dulunya tidak mau terbuka tapi sudah mulai terbuka. Sudah mulai mau bergaul dengan orang. Pada saat SMA dia masih seperti SMP tetapi sudah mulai santai dan aktif dalam berbagai bidang dan ekstrakulikuler.
Adun pernah tidur dikelas saat perkuliahan berlangsung. Kawan sebelahnya pun membangunkan dia karna takut letahuan sama dosen yang mengajar. Adun tidak suka melihat wanita menangis gara-gara sifatnya yang suka berubah kapan saja. Adun anaknya penceria selalu tersenyum. Adun anaknya suka berubah-ubah sifatnya kadang-kadang baik, kadang-kadang suka mengganggu. Jika adun tersenyum matanya tidak kelihatan karena sipit. Ciri-ciri Adun kulitnya kuning langsat, badannya berisi, dia tidak terlalu tinggi tidak juga pendek tinggi badan dia sedang-sedang saja.
Adun jarang sekali pulang dia merantau jauh dari tempat tinggalnya. Adun di Pontianak tinggal di jalan dr.sutomo, gang sari katot, masuk gang pak abu. Adun tinggal dengan kakak kandung. Dia ngontrak di Pontianak. Kegiatan sehari-harinya bermain futsal dan jalan-jalan. Adun orangnya apa adanya. Adun tidak mau pacaran tetapi dia lagi dekat dengan seseorang wanita jurusan Hukum keluarga islam.
Adun orangnya asik diajak diskusi, bicara, curhat dan mau membantu kawan yang lagi ada masalah. Adun memiliki jiwa yang tangguh. Dia jarang sekali mengeluh terhadap masalah yang dia hadapi. Adun orangnya sangat santai dengan siapa pun dia tidak pernah takut dengan siapa pun.
Adun memiliki motivasi hidup "sukses dimasa muda". Setelah lulus kuliah dia mau melanjutkan pendidikan diluar Kalimantan Barat. Ketika pulang kampung adun selalu membantu orang. Dia pernah mendaftar diuntan dua kali tetapi tidak lulus, dia juga mendaftar di IPDN Jatinangor tetapi tidak lulus dan akhirnya ia memutuskan mendaftarkan diri di IAIN Pontianak melalui jalur SPMB dan lulus.
Adun sangat bersyukur karena dia diterima di IAIN Pontianak karean menurutnya dia dapat merubah dirinya memjadi lebih baik lagi. Adun berfikir bahwa dia juga harus mendalami tentang agama. Adun merasa bahwa dijaman milenial ini dia harus memperkuat ilmu pengetahuannya khususnya di bidang ilmu agama. Adun merasa masih kurang memahami tentang agama.
Adun menyukai film yang bisa memberikan motivasi dan manfaat agar apa yang ditonton bisa mendapatkan ilmu dari apa yang dilihat dan didengar. Adun tidak memyukai film yang terlalu banyak dramanya karena menurut dia film seperti itu tidak baik dan seperti itu tidak dapat memberikan manfaat dan ilmu. Adun juga menyukai film komedi karena menurut dia film komedi dapat membuat dirinya menjadi lebih ceria. Film komedi juga bisa membuat adun melupakan masalah yang dia alami.
Adun pun sangat berharap dia bisa menjadi mahasiswa yang dapat membawa perubahan untuk masyarakat. Bisa mejadi orang yang sukses, dia juga berharap bisa mendapatkan beasiswa di luar.
Amin semoga apa yang diharapkan oleh Adun atau Rahmadani bisa tercapai.
Terima kasih😊
Senin, 25 Maret 2019
Observasi
"CUCI MOTOR OK 1"
Lokasi: Jalan Danau Sentarum, gang 845.Waktu: Kamis, 21 Maret 2019, pukul: 17:30 wib.
Analisa: Tulisannya tidak baku karena kebanyakan i-nya, tidak menggunakan bahasa asing yang seharusnya dari tetapi ditulis by dan sesudah tulisan dari seharusnya diberi titik dua bukannua titik satu, dan juga tanda panahnya terlalu banyak.
"BUTUH DANA TUNAI"
Waktu: Kamis, 21 Maret 2019, pukul: 13:45 wib.
Analisa: Tulisannya ada yang kapital dan ada yang tidak seharusnya jika ingin menggunakan huruf kapital, kapital semua, dan pemberian titiknya berlebihan.
"CALEG DPRD KOTA PONTIANAK"
Lokasi: Jalan Ampera, gang Ary Karya Indah 8.
Waktu: Sabtu, 23 Maret 2019, pukul 15:35 wib.
Analisa: Tulisan Alloh juga salah karena tidak baku yang bakunya ialah Allah, dan tulisan dan jang tidak boleh disingkat karena tidak baku.
"PARTAI PERINDO"
Lokasi: Jalan Ampera.
Waktu: minggu, 24 Maret 2019, pukul: 09:30 wib.
Analisa: Isi dari visinya disingkat itu tidak diperbolehkan karena tidak baku dan tempatnya kurang memadai.
"SYARAT PEMBUATAN KARTU
PERPUSTAKAAN DAERAH"
Lokasi: Jalan Sutoyo.
Waktu: Minggu, 24 Maret 2019, pukul: 13:15 wib.
Analisa: Penulisan foto copynya tidak baku karena yang benar adalah fotokopi dan penulisan dan nya tidak boleh disingkat.
******
Senin, 18 Maret 2019
Curhatan hati
Ketika kita merasa dekat dengan seseorang dan kita hanya menganggap dia hanya sebatas teman tetapi dia menangkapnya dengan cara pandang yang berbeda maka kedekatan itu akan berubah menjadi permusuhan.
Pertemanan yang sudah dekat juga sering dilanda dengan perselisihan karena perhatian yang berlebihan dari lawan jenisnya.
Kamis, 14 Maret 2019
Berubahlah kawan
Ketika nasi sudah menjadi bubur maka tidak akan bisa kembali menjadi nasi lagi
Begitu pun dengan jodoh kita tidak tapat merubah semua ketetapan yang telah ditentukan oleh sang maha pencipta (Allah) kita hanya dapat berserah diri dan menerima yang terbaik menurutnya (Allah).
Jika baik perilaku kita maka baik pulanlah jodoh kita itu semua tergantung dari amal yang kita buat.
Minggu, 10 Maret 2019
Hari- hari dipbm
Keesokkan harinya anak itu belum juga kelihatan biasanya setiap hari dia selalu bermain keposko kami mungkin saya dia belum boleh keluar sama orang tuanya. Dihari ke empat ini saya sudah merasakan kenyamanan diam di sana saya sudah merasa desa tersebut adalah tempat tinggal saya alam disana sudah menyatu dengan saya saya sudah merasakan kenyamanan dan dan saya sudah banyak mengenal warga disana. Di malam tepat setelah makan malam saya diganggu oleh makhluk lain dan dari alam lain bagian tubuh (pinggang) saya ada yang di colet. Disaat itu saya menoleh kebelakang yang tidak ada kawan dibelakang saya saya merasa keanehan dan bertanya pada diri saya siapa? Saya pun langsung terdiam karena saya tidak mau memberitahu kawan yang lain. Saya berawal duduk didekat pintu serontak saya pindah tempat duduknya yah karena sedikit takut suasana dimalam itu sudah mulai berasa berbeda. Tidak lama ada kelompok 3 memberikan info bahwa kelompok mereka ada yang kerasukan. Dan kakak mentor dari kelompok kami pun pergi untuk membantu kelompok 3. Setelah kakak mentornya pergi saya merasakan ketakutan, tubuh saya sudah mulai dingin tidak seperti biasanya, saya pun pergi kedapur untuk membuat energen. Saya kedapur ditemani kawan karena saya tidak berani untuk pergi sendiri saya takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Tidak lama kakak mentornya pulang setelah itu kami melanjutkan untuk evaluasi dan brifing setelah itu kami tidur. Dihari ke enam kegiatan sudah mulai padat ada sebagian mengajar PAUD dan MI yang lain pergi keposko 5 untuk melakukan senam pagi disana. Saya mendapat tugan untuk mengawas anak MI. Saya pun mengawas dikelas 4 dan sama mendapatkan keanehan dari salah satu siswi. Saya orangnya tidak bisa diam dalam mengawas saya pasti berjalan-jalan kekelas lainnya. Sebelum saya pergi saya kekelas lain saya meminta kepada anak kelas empat untuk tidak keluar kelas. Setelah itu saya pergi berjalan dan melihat kawan- kawan saya yang mengawas juga di MI saya pun masuk dikelas enam dan kawan saya yang mengawas meminta tolong untuk mengantikan dia mengawas sebentar karena dia mau ke toilet. Dan saya pun diam diepan kelas enam karena saya juga harus mengawas anak kelas empat dan saya tidak melihat siapapun yang keluar. Tidak lama datanglah kawan saya yang minta tolong tadi dan saya pun langsung pergi kekelas empat setelah saya masuk salah tau siswi ada yang menangis memegang dadanya awalnya saya kira dia sedih akan berpisah dengan kami. Saya pun menghampiri dan bertanya "adek ngapa? Jangan lah nangis" anak itu tidak mau menjawab terus kawan sebangku dengan dia memberitahukan bahwa dia terkejut. Saya heran terkejut kenapa? Kawan sebangku dengan dia menceritaka kejadiannya bahwa dia terkejut karena dikejutkan oleh kawan saya yang mengawas dikelas lima setelah selesai semua saya menyuruh untuk istirahat dan saya pun pergi kekelas lima untuk menanyakan kenapa kawan saya mengagetkan anak itu. Setelah saya menanyakan kawan saya bilang kalo dia tidak ada mengagetkan anak itu ters saya bertanya sama anak kelas lima benar atau tidak terus anak kelas lima berkata benar kalo kawan saya tidak ada mengagetkannya tidak lama datanglah gurunya yang ingin menanyakan hal yang sama kepada kawan saya dan kawan saya pun kerkata yang sama seperti yang dia katakan kepada saya, dan saya pun berkata " mungkin kembaran mas" dan ibu gurunya bilang mungkin saya ada makhluk lain yang menyamar menjadi kawan saya. Setrlah itu saya pun bercerita kepada ibu guru itu tentang kejadian tadi malam yang saya rasakan dan ibu itu berkata " jangan takut dia hanya mau berkenalan sama kalian siapa pun yang tinggal disitu pasti akan merasakan hal yang sama seperti adek" kata ibu itu. " masih untung adek ndk kesurupan waktu itu ada anak untan yang melakukan ppl disana dan salah satu dari mereka ada yang kerasukan untungnya dari kalian tidak ada" lanjut ibunya. Pantas saya merasakan hawa dirumah itu ada yang aneh. Ibu guru itu itu pun berpesan kepada kami untuk tidak melamun kalo mau kemana-mana harus ada kawan.
Disini dulu yh nanti lagi saya lanjutkan👌
Disini dulu yh nanti lagi saya lanjutkan👌
Kamis, 07 Maret 2019
Lanjutan kegiatan pbm🐹
Assalamualaikum WR.WB. Sebelum keberangkatan saya sebenarnya tidak mau mengikuti pbm karena banyak sekali orang yang berkata bahwa pbm itu sulit, tidak menyenangkan, buat capek, dan tidak ada manfaatnya. Saya sempat hampir tidak ikut karena mendengar perkataan itu tapi saya berfikir apakah benar yang dikatakan orang tersebut? Dan saya pun bertanya sama kakak yang pernah ikuti kegiatan pbm dan kakaknya menceritakan bahwa pbm itu seru dan banyak sekali memberikan pelajaran dan manfaat untuk saya pribadi maupun masyarakat. Dan saya pun berpikir kalo saya tidak mencoba maka saya tidak akan pernah tau bagaimana rasanya. Dan belum tentu juga perkatan orang lain itu benar mungkin saja salah. Akhirnya saya percaya dengan keputusan yang saya ambil itu adalah keputusan yang tepat dalam mengikuti kegiatan pbm agar dapat menambah dan membuka wawasan saya. Hari pertama berada di desa sungai kunyait saya merasakan tidak betah diam disana. Hari kedua saya sudah mulai merasa betah karena saya mendapatkan teman baru yang asik diajak bicara maupun bersosialisasi. Kegiatan sehari-hari kami disana adalah bersosialisasi terhadap masyarakat, mengawas anak MI, mengajar anak PAUD, mengadakan les dan tpa. Kami juga membuat kelompok untuk membagikan tugas yang harus dilaksanakan tugasnya seperti: masak, mengajar anak PAUD,mengawas anak MI, mengajar les dan tpa. Saya masuk kedalam kelompok satu yang berjumlah enam orang, dan syukurnya kawan satu kelompok saya semuanya sangat baik-baik dan asik dalam hal apa pun. Dihari ketiga kami melakukan pengajian dirumah warga. Cuaca disana sering hujan dan mengakibatkan banjir melanda rumah sekolah yang ada tetapai siswa/i masih tetap bersekolah karena semangat yang mereka miliki. Dan dihari keempat salah satu anak warga ada yang hilang dan warga pun sibuk mencari dan kawan-kawan saya yang cowok membantu mencari anak tersebut. Anak itu hilang dari jam 18:10 dan ditemukan jam 01:00 disamping rumahnya dalam keadaan sehat. Alasan anak tersebut hilang dikarenakan dia takut untuk pulang kerumah karena dia sering kali dimarahi oleh orang tua tirinya. Kami takutnya anak tersebut tenggelam karena disana terdapat sungai yang cukup dalam dan syukurnya itu tidak terjadi. Sampai disini dulu insya allah besok saya lanjutkan lagi semoga dapat bermanfaat yang saya tuliskan.😊 Asalamualaikum WR.WB Terima kasih☺
Senin, 04 Maret 2019
Kegiatan selama pbm
Selama kegiatan pbm berlangsung saya mererasakan suka dan duka. Kegiatan pbm 2019 dilaksanakan di desa sungai kunyit dalam kabupaten mempawah. Dengan adanya pbm juga dapat melatih saya dalam bersosialisasi kepada masyarakat dan juga mengajarkan saya bagaimana cara bersosialsasi yang baik dan benar kepada masyarakat. Pertama kali saya bersosialisasi saya merasakan kesulitan karena ini pertama kali saya bersosialaisasi saya banyak diamnya dibandingkan dengan bicaranya. Hari keduanya saya mulai belajar untuk bisa bersosialisasi dengan warga setempat yang alhamdulillah lumayan baik dari hari sebelumnya. Dalam kegiatan pbm juga dapat mengajarkan saya untuk bersabar menghadapai anak-anak paud dan mi yang dimana mereka susah sekali untuk ditegur karna dalam usia mereka yang masih anak-anak yang dimana pikiran mereka masih ingin bermain dibandingkan belajar tetapi niat belajar meraka dalam keingin tahuan sangatlah tinggi.
Mungkin cukup sampai disini dulu yhh☺
Mungkin cukup sampai disini dulu yhh☺
Hijrah
Hallo
Nama saya desi safitri
Saya berasal dari sanggau
Saya di Pontianak tinggal di jalan ampera gang arikarya indah 8
Saya masih kuliah di IAIN PONTIANAK
Hobi saya bermain bola volly
Salam kenal kawan jangan lupa baca blog saya di ceritaanakrantausanggau
Nama saya desi safitri
Saya berasal dari sanggau
Saya di Pontianak tinggal di jalan ampera gang arikarya indah 8
Saya masih kuliah di IAIN PONTIANAK
Hobi saya bermain bola volly
Salam kenal kawan jangan lupa baca blog saya di ceritaanakrantausanggau
Langganan:
Postingan (Atom)











