Pada puasa tahun ini saya sangat bersyukur dapat menyambut bulan suci ramadhan bersama orang tua dan kakak. Puasa tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat sekitar sangat antusias menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. Tetapi pada tahun ini masyarakat sangat sedikit yang antusias dalam menyambut bulan suci ramadhan. Saya pun tidak mengetahui apa yang membuat masyarakat tahun ini kurang semangat dalam menyambut bulan suci ramadhan. Padahal kita sebagai umat muslim sudah lama menunggu kedatangan bulan ramadhan yaitu bulan yang penuh berkah. Masyarakat sekitar membuat saya kecewa karena kurang peduli dalam menyambut kedatangan bulan ramadhan.
Puasa pertama yang saya rasakan hanyalah kesepian. Ya bagaimana tidak kini kampung halamanku berubah menyadi kampung tua yang jarang akan penghuninya. Pada tahun-tahun sebelumnya kampung ini ramai akan penghuni. Tetapi entah mengapa sekarang masyarakatnya memilih pindah dari kampung ini. Padahal AFD enam sangatlah indah pemandangannya. Ya AFD enamlah nama tempat tinggalku.
Mungkin masyarakatnya tidak merasakan ketenangan dan kenyamanan dari kemajuan zaman. Bagaimana tidak tempat tinggalku masih belum ada listrik dan sinyal internet. Padahal dikampung sebelah listriknya sudah masuk tapi kenapa ditempat tinggalku belum masuk. Padahal jarak dari AFD dengan Jonti tidaklah jauh. Hal ini membuat saya sedikit merasakan ketidak adilan dari pemerintah.
Dengan suasana seperti itu membuat puasa saya sedikit bosan. Bagaimana tidak karena tidak adanya kegiatan yang bisa saya lakukan. Ingin berbicar pun tidak ada kawan yah karena kawan saya semuanya sudah tidak lagi tinggal disini. Ingin tidur tetapi tidak bisa karena cuacanya sangat panas sehingga membuatku kepanasan. Dan aku hanya bisa diam menikmati kesepian dikampung tua ini.
Semalam puasa dikampung yang dirasakan hanya kesepian, bosan dan tidak mengasikan. Suasana seperti ini membuat saya ingin cepat-cepat kembali ke Pontianak yah tempat rantauanku. Hari demi hari telah kulalui dan kini hari-hari yang aku tunggu telah tiba. Ya itu hari balek ke kampung rantau tetapai didalam hati kecil terselit rasa kesedihan ya karena harus meninggalkan orang tua tapi mau bagaimana lagi aku hanya seseorang anak yang harus mencari ilmu kekampung orang demi bisa mendapatkan ilmu dan itu bisa membuat orang tua dan keluarga besarku bahagia.
Dan ini pertama kalinya aku harus bisa puasa jauh dari orang tua yang menurut aku ini tidak biasa dan tidak mudah. Ya saya tidak biasa untuk sahur dan berbuka jauh dari orang tua. Ini membuatku sedih harus pisah dengan orang tua. Hari pertama puasa di Pontianak aku merasa sedikit berbeda dari kampung halaman ku. Tetapi hati kecilku masih merasa sedih. Dan aku pun berkara pada hati kecilku "Aku harus kuat dan aku harus bisa puasa jauh dari orang tua". Dengan begitu aku pun sedikit merasa lega.

Cemunguuuuuut yau
BalasHapus